INFO

Jumat, 17 April 2015 - 07:43:22 WIB
Juknis Pelaksanaan Sertifikasi Guru RA - Madrasah Tahun 2015

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Madrasah - Dibaca: 405868 kali

Sesuai dengan Permendiknas Nomor 11 tahun 2011, guru dalam jabatan yang telah memenuhi persyaratan dapat mengikuti sertifikasi melalui salah satu dari pola berikut :

  1. Pemberian sertifikat pendidik secara langsung (PSPL). Guru berkualifikasi akademik S-2/S-3 dengan golongan sekurang-kurangnya IV/b atau guru dengan golongan serendah-rendahnya IV/c mengikuti sertifikasi melalui pola pemberian sertifikat pendidik secara langsung (PSPL). Jika dokumen yang diverifikasi oleh LPTK memenuhi syarat, maka di berhak mendapatkan sertifikat. Jika tidak maka, dia ikut PLPG dengan didahului oleh uji kompetensi awal.
  2. Portofolio. Guru berkualifikasi S-1/D-IV atau belum S-1/D-IV tetapi sudah berusia 50 tahun dan memiliki masa kerja 20 tahun, atau sudah mencapai golongan IV/a dapat memilih pola penilaian portofolio (PF) atau pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG)
  3. Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Sertifikasi pola PLPG diperuntukkan bagi guru yang langsung memilih pola ini karena tidak memiliki prestasi dan kesiapan diri atau mereka yang mengikuti pola PF, akan tetapi tidak lulus tes awal, atau tidak mencapai passing grade penilaian PF, atau tidak lulus verifikasi portofolio (TLVP), atau ikut PSPL, akan tetapi tidak memenuhi persyaratan (TMP)
  4. Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Kriteria dan persyaratan menjadi peserta sertifikasi guru tahun 2015 melalui PLPG adalah sebagai berikut :

  1. Berstatus sebagai guru tetap, dibuktikan dengan SK Kementerian Agama atau Dinas Pendidikan bagi PNS. Bagi guru bukan PNS (Non PNS) yang mengajar pada RA/Madrasah swasta, SK sebagai guru tetap diterbitkan oleh penyelenggara pendidikan / kepala satuan pendidikan, dan bagi guru bukan PNS (Non PNS) yang mengajar pada madrasah negeri, SK dapat diterbitkan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, atau kepala madrasah negeri yang bersangkutan.
  2. Memiliki Nomor urut pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK)
  3. Aktif mengajar di RA/Madrasah, negeri maupun swasta, yang menjadi satuan adminstrasi pangkal (satmingkal) dan sekurang-kurangnya mempunyai beban kerja 6 (enam) jam tatap muka per pekan.
  4. Berusia maksimal 58 (lima puluh delapan) tahun pada tanggal 31 desember 2015
  5. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi atau minimal memiliki izin penyelenggaraan.
  6. Guru RA Madrasah yang belum sarjana (S-1) tidak bisa mengikuti sertifikasi tahun 2015, kecuali : (a) telah berusia 50 (lima puluh) tahun per 1 januari 2015 dan mempunyai pengalaman kerja minimal 20 (dua puluh) tahun sebagai guru, atau (b) mempunyai golongan IV/a
  7. Jika mengajar tidak sesuai dengan latar belakang keahlian yang dimiliki, harus mempunyai pengalaman 5 tahun mengajar pada mata pelajaran yang diampu
  8. Memili masa kerja sebagai guru (PNS atau bukan PNS) minimal 10 (sepuluh) tahun per 31 desember 2015 pada satuan pendidikan formal secara akumulatif; atau sudah menjadi guru RA/Madrasah per 31 desember 2005 sampai sekarang secara terus menerus.
  9. Data calon peserta sertifikasi guru diambil berdasarkan data hasil verifikasi dan validasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui program PADAMU NEGERI (www.padamu.siap.web.id)
  10. Guru RA/Madrasah atau guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dapat diberi sertifikat pendidik secara langsung (PSPL) apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut : (a) memiliki kualifikasi akademik S-2 atau S-3 dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran atau tugas kepengawasan yang diampunya dan menpunyai golongan sekurang-kurangnya IV-b, (b) memiliki golongan serendah-rendahnya IV/c.

Proses Penetapan Peserta Sertifikasi Guru, sebagai berikut :

  1. Data diambil dari database PADAMU NEGERI
  2. Data kemudian masuk kedalam aplikasi penetapan peserta sertifikasi guru (AP2SG)
  3. Rekrutmen calon peserta diambil berdasarkan data yang sudah memiliki syarat pendataan dengan memiliki NUPTK yang aktif dan berstatus verval bintang empat sesuai dengan kuota yang tersedia
  4. Penetapan peserta sertifikasi guru ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI
  5. Peserta yang masuk dalam kuota selanjutnya mengikuti Uji Kompetensi Guru sebelum mengikuti PLPG.

Untuk lebih jelasnya, Silahkan download Keputusan Dirjen Pendis Kementerian Agama RI Nomor 671 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sertifikasi Guru Bagi Guru RA-Madrasah Tahun 2015.


   




0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)