INFO

Selasa, 17 Januari 2017 - 13:34:39 WIB
POS dan Kisi-Kisi UAMBN TP.2016/2017

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Madrasah - Dibaca: 2744 kali

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) TP. 2016/2017, Kementerian Agama RI melalui Direktorat Madrasah Dirjen Pendidikan Islam telah menerbitkan Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam nomor 6843 tahun 2016 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan UAMBN TP.2016/2017 dan Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam nomor 91 tahun 2017 tentang Kisi-kisi UAMBN PAI dan Bahasa Arab TP.2016/2017.

Beberapa poin penting dalam POS UAMBN dimaksud sebagai berikut :

Tujuan dan Fungsi UAMBN

UAMBN bertujuan mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik pada akhir jenjang pada satuan pendidikan, sesuai dengan kompetensi lulusan yang ditetapkan secara nasional.

UAMBN berfungsi sebagai :

  1. Bahan pertimbangan dalam penentuan pemetaan mutu madrasah
  2. Umpan balik dalam perbaikan program pembelajaran pada MTs dan MA
  3. Alat pengendali mutu pendidikan
  4. Pendorong peningkatan mutu pendidikan pada MTs dan MA

Persyaratan Peserta UAMBN

Persyaratan Umum :

  1. Berada pada tahun terakhir pada MTs, MA/MAK
  2. Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada MTs, MA/MAK mulai semester 1 tahun pertama sampai dengan semester 1 tahun terakhir
  3. Belum pernah lulus dari satuan pendidikan pada jenjang yang sama

Persyaratan Khusus :

  1. Peserta didik terdaftar pada MTs, MA/MAK
  2. Peserta didik yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan yang sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingakat lebih rendah
  3. Untuk peserta UAMBN dari program SKS yang masa pembelajarannnya kurang tiga tahun, harus memiliki : (a) Surat izin penyelenggaraan program SKS atau akselerasi dari Direktorat Jenderal pendidikan Islam dan/atau Kanwil Kementerian Agama Provinsi; (b) Surat pernyataan dari madrasah sebagai jaminan bahwa proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan pedoman penyelenggaraan program SKS atau akselerasi dari instansi yang berwenang.
  4.  Peserta UAMBN yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UAMBN di satuan pendidikannya, dapat mengikuti UAMBN di madrasah lain pada jenjang dan jenis yang sama.
  5. Peserta UAMBN yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti UAMBN dapat mengikuti UAMBN susulan.

Satuan Pendidikan Penyelenggara UAMBN

Satuan pendidikan yang dapat melaksanakan UAMBN adalah :

  1. Madrasah yang telah memiliki izin operasional
  2. Madrasah yang telah terakreditasi dan memiliki peserta UAMBN minimal 20 orang, serta memenuhi persyaratan lainnya yang ditetapkan oleh kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Madrasah yang terakreditasi namun memiliki peserta UAMBN kurang dari 20 orang dapat menjadi penyelenggara UAMBN dngan pertimbangan kelayakan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya.

 Bahan Ujian

  1. Mata pelajaran yang diujikan adalah Al Quran Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Ilmu Kalam, Akhlak dan bahasa Arab sesuai dengan jenjang satuan pendidikan dan peminatan.
  2. Ujian dilaksanakan secara tertulis
  3. Bahan ujian mengacu pada KMA nomor 165 tahun 2014 tentang kurikulum Pendidikan Agama Islam dan bahasa Arab di Madrasah

Pelaksanaan UAMBN

Madrasah Tsanawiyah :

Utama : Kamis - Sabtu, 20 - 22 April 2017

Susulan : Selasa - Kamis, 25 - 27 April 2017

Madrasah Aliyah :

Utama : Jumat - Senin, 24 -27 Maret 2017

Susulan : Rabu - Jumat, 29 - 31 Maret 2017

Ruang Ujian dan Pengawasan

  1. Setiap ruang ujian ditempati maksimal 20 peserta ujian
  2. Denah lokasi ruang ujian dengan posisi meja 4 (empat) ke samping dan 5 (lima) kebelakang
  3. Pengawasan ujian dilakukan oleh guru dengan sistem pengawasan silang antar madrasah atau antar guru mata pelajaran di madrasah penyelenggara
  4. Setiap ruang ujian diawasi oleh 2 (dua) orang pengawas ujian

Pemeriksaan Hasil Ujian

  1. Pemeriksaan hasil ujian menjadi tanggungjawab panitia tingkat provinsi
  2. pelaksanaan pemeriksanaan dilakukan dengan menggunakan alat pemindai (scanner)
  3. Penilaian hasil ujian dilakukan secara objektif
  4. Nilai UAMBN ditulis dalam bentuk angka dengan skala 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus) dengan dua angka desimal di belakang koma

Untuk lebih jelasnya, silahkan mendownload dokumen terkait dibawah ini :

  1. SK Dirjen Pendis No.6843/2016 tentang POS UAMBN TP.2016-2017
  2. SK Dirjen Pendis No.91/2017 tentang Kisi-Kisi UAMBN TP.2016-2017
  3. Kisi-Kisi UAMBN MTs
  4. Kisi-Kisi UAMBN MA

 


   




0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)